Pernah Mendengar Rumah DP 0%? Ini Penjelasannya

 

Program DP 0% untuk pembelian rumah memang sedang menjadi perbincangan yang hangat akhir-akhir ini.

Banyak orang yang merasa senang mendengar tentang rumah dengan DP 0% ini.

Berbeda dengan KPR, program rumah dengan DP 0% adalah program yang dicanangkan untuk membantu masyarakat dalam menyediakan hunian yang terjangkau dengan tempat yang layak.

Program ini bertujuan untuk memeratakan penduduk agar dapat memiliki tempat tinggal yang layak dengan harga yang murah.

Program yang dicanangkan oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat Indonesia.

Sebenarnya, bagaimana penjelasan tentang rumah dengan DP 0%?

Penjelasan Anies Baswedan Tentang Rumah DP 0%

Anies Baswedan selaku Gubernur Jakarta kemudian menjelaskan tentang hunian dengan Dp 0% untuk menjelaskan tentang keingintahuan masyarakat mengenai program tersebut.

Penyediaan hunian yang layak dengan DP 0% ini memiliki tujuan yang sangat bagus yaitu memberikan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan rumah layak dengan mudah.

Rumah dengan DP 0% ini tentu saja bertujuan untuk penduduk yang memang belum memiliki rumah untuk tinggal.

Seperti yang kita tahu bersama, kota Jakarta sangat padat dengan penduduk. Banyak penduduk yang belum memiliki rumah dan mengontrak.

Sebagian lagi yang memang tidak memiliki uang untuk membayar kontrakan bahkan tinggal di pemukiman kumuh dan di kolong jembatan.

Tak jarang dari mereka yang tergusur karena tempat yang mereka tinggali tersebut adalah milik jalan atau Pemerintah.

DP Nol persen untuk pembelian rumah diperuntukkan bagi penduduk yang belum memiliki hunian untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Kriteria yang diberikan adalah Kriteria Kepemilikan Untuk Rumah Susun Sederhana Milik.

Untuk informasi bagi Anda bahwa pembelian rumah dengan DP Nol Persen ini telah dilandasi dengan Peraturan Bank Indonesia dengan Nomor 18/16/PBI/2016 pada tanggal 29/10/2016 tentang LTV atau disebut  juga dengan Loan to Value.

Lalu, bagaimana penyediaan dana untuk rumah-rumah tersebut?

Rumah-rumah tersebut ternyata didanai oleh APBD. Lahan yang dipergunakan untuk pembangunan rumah tersebut adalah lahan milik Pemerintah Provinsi.

Pembangunan rumah-rumah tersebut juga melibatkan dari pihak swasta yang peduli dengan masyarakat berpenghasilan rendah.

Lahan milik pemerintah DKI Jakarta nantinya akan ditinggali oleh masyarakat yang ingin mendapatkan hunian yang layak dengan DP Nol.

Hingga saat ini tengah dipersiapkan kelembagaan yang menangani tentang asuransi kredit penyediaan rumah dengan DP Nol.

Semua hal tersebut telah disampaikan oleh Anies Baswedan dalam Rapat Paripurna yang diselenggarakan di Gedung DPRD Pada 20/11.

Penjelasan lengkap mengenai program rumah dengan DP Nol persen ini memiliki banyak keunggulan.

Masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan rumah meskipun tidak memiliki biaya yang besar sebagai DP nya.

Program dari Anies dan Sandi ini nantinya diharapkan benar-benar terealisasikan di kota Jakarta.

Program pembangunan rumah dengan DP Nol persen ini bagi Anies dan Sandi memang sangat logis.

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, nantinya masyarakat Jakarta yang belum memiliki hunian tetap dapat menikmati hunian dengan tempat yang layak.

Rumah yang diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah ini diharapkan sesuai dengan targetnya.

Solusi yang diberikan Anies dan Sandi ini benar-benar membantu masyarakat Jakarta.

Sebagai informasi bagi Anda, DP Nol persen yang dimaksudkan bunga Nol sama sekali.

Mekanisme yang diberikan untuk rumah dengan DP Nol persen juga telah dijelaskan dengan cermat oleh pasangan Gubernur Jakarta ini.

Mekanisme tersebut akan dijelaskan secara gamblang agar masyarakat Jakarta tidak salah tanggap.

Untuk lebih mudahnya, masyarakat yang ingin mendapatkan rumah tinggal dengan DP Nol ini diharapkan mengajukan permohonan terlebih dahulu.

Masyarakat diharapkan untuk menabung terlebih dahulu dengan tabungan sebesar 2,3 juta.

Masyarakat harus menabung dalam kurun waktu 6 bulan terlebih dahulu.

Jika masyarakat tidak memiliki tabungan tersebut, nantinya jumlah uang yang dibayarkan akan sangat banyak.

Tanpa menabung, nantinya masyarakat harus menanggung uang muka sebesar 53 juta rupiah.

Harga tersebut adalah 15% dari harga keseluruhan rumah. Harga tersebut sudah termasuk murah untuk hunian di Jakarta.

Jika Anda menabung, hal ini akan sangat menguntungkan. Dengan tabungan sebesar 2,3 juta bulan, bila dikalikan 6 bulan Anda sudah akan mendapatkan DP sebesar 13,8 juta, DP yang Anda tanggung jauh lebih murah dibandingkan tanpa menabung. Inilah yang disebut rumah dengan DP Nol persen.

Nantinya, masyarakat yang telah mendapatkannya dapat mencicil selama kurang lebih 20 tahun. Cicilan yang dibayarkan juga 2,3 juta rupiah.

Untuk informasi bagi Anda , rumah dengan DP Nol persen yang akan didapatkan adalah rumah yang dibangun secara bersusun atau rumah susun.

Jadi, rumah itu bukanlah rumah yang dibangun di atas tanah.

Kriteria rumah dengan DP nol persen

Untuk lebih jelasnya, berikut kriteria untuk rumah dengan DP Nol persen untuk bahan pertimbangan Anda di bawah ini.

  1. Rumah tersebut dibangun di wilayah Jakarta
  2. Aset yang dipergunakan untuk pembangunan adalah aset Pemda beserta tanah-tanah terlantar di ibukota Jakarta
  3. Hunian tersebut diarahkan dibangun di daerah vertikal. Contohnya saja di pusat aktivitas warga seperti pasar.
  4. Untuk prosesnya dibangun dengan bekerja sama dengan pihak ketiga.

Jadi, itulah pernyataan yang telah disampaikan oleh Anies Baswedan untuk rumah dengan DP 0% yang dibangun di Kota Jakarta.

Anies dan Sandi berharap rumah dengan DP 0% ini dapat membantu warga Jakarta untuk mendapatkan hunian yang layak.

Diharapkan kota Jakarta juga lebih tertata dengan rapi dan tidak ada lagi rumah-rumah yang dibangun secara sembarangan.

Apakah Anda ingin mengambil kesempatan ini?