Ea Kembali Tersandung Masalah Gara

PORTAL JEMBER- EA telah menarik iklan yang memasarkan transaksi mikro berupa Poin pada recreation FIFA 21. Sebuah gambar yang beredar di Twitter awal pekan ini menunjukkan bahwa iklan dari game FIFA 21 muncul di majalah mainan anak-anak. Kedengarannya biasa saja, tetapi iklan itu secara khusus memasarkan Poin sport FIFA. Poin tersebut merupakan uang yang digunakan untuk transaksi dalam game.

Dikutip PORTAL JEMBER dari IGN, Poin tersebut hanya dapat dibeli dengan uang sungguhan, sehingga dapat digunakan untuk membeli paket FUT yang berisi pemain virtual secara acak yang selanjutnya dapat ditambahkan ke tim impian para pemain.

Dengan kata lain, game ini dapat mempengaruhi pemain untuk membelanjakan uang nyata demi kesempatan mendapatkan pemain virtual secara acak dalam recreation.

Iklan itu akan ditarik dari majalah, kata EA dalam laporan dari Eurogamer. “Kami menganggap serius dan akan bertanggung jawab atas perbuatan memasarkan poin game di saluran yang dilihat oleh anak-anak,” kata EA kepada Eurogamer. “Terlepas dari ini, kami menyadari bahwa iklan untuk Poin FIFA ini telah muncul di lingkungan yang tidak semestinya.”

“Kami telah bekerja keras dengan Smyths (majalah mainan) untuk memastikan iklan ini tidak didistribusikan dalam salinan seri 2020 mereka yang masih tersisa,” lanjut EA. EA mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan segera atas semua promosi yang dilakukan di media untuk masa yang akan datang. “Hal terebut bertujuan untuk memastikan setiap upaya pemasaran di masa depan lebih mencerminkan tanggung jawab yang kami ambil untuk pengalaman para pemain muda kami,” ujar EA. Tidak jelas apakah iklan yang sekarang ditarik itu sengaja ditempatkan di majalah mainan Smyths atau apakah itu semacam campuran.

Terlepas dari itu, diharapkan iklan tersebut segera dihapus dari sisa katalog 2020 majalah Smyths.

Ini bukan pertama kalinya EA terjerumus melalui jalur transaksi mikro. Transaksi mikro di Star Wars Battlefront 2, menyebabkan cukup banyak kontroversi. Termasuk CEO Disney saat itu, Bob Iger terlibat, dan perusahaan bahkan mendapati dirinya membela fitur kotak jarahan, yang merupakan bentuk transaksi mikro.***