Apa Saja yang Masuk Dalam Limbah Industri dan Apa Dampaknya terhadap Lingkungan?

Untuk membantu meningkatan ekonomi serta taraf hidup masyarakat, maka pembangunan di bidang industri sekarang ini semakin digencarkan. Kegiatan industri memang memiliki banyak dampak positif, terutama bagi perkembangan ekonomi di masyarakat. Namun kegiatan tersebut juga memiliki beberapa dampak negatif, salah satunya adalah menghasilkan limbah.

Limbah industri berasal dari sisa-sisa kegiatan industri. Yang mana limbah ini mengandung berbagai macam zat-zat yang secara langsung maupun tidak langsung berakibat buruk bagi lingkungan. Jenis limbah industri sangat bervariatif, mulai dari yang berbentuk gas, cair ataupun padat. Dan berikut ini beberapa bahan atau kandungan yang umumnya terdapat di limbah industri :

  • Senyawa organik baik yang mudah terurai maupun tidak
  • Logam berat yang toksik
  • Limbah padat tersuspens
  • Nutrient
  • Parasit dan lain sebagainya.

Setiap jenis limbah memiliki dampak yang berbeda-beda. Tidak hanya berbahaya bagi lingkungan, limbah tersebut juga berakibat buruk bagi makhluk yang hidup di sekitarnya.

Dampak negatif pembuangan limbah yang salah tidak dapat dianggap sebelah mata. Kerusakan lingkungan hanyalah salah satu contoh kecilnya. Apa saja efek samping dari limbah industri bagi dan seberapa besar bahayanya bagi kehidupan manusia? Berikut beberapa jenis limbah industri beserta contohnya yang perlu Anda ketahui.

1. Limbah Gas dan Dampaknya Bagi Lingkungan

Limbah gas merupakan bahan sisa yang berbentuk gas dan biasanya dihasilkan dari proses pembusukan atau pembakaran pada suatu bahan. Meskipun ada beberapa jenis limbah gas yang dapat diidentifikasikan dari adanya warna dan baunya. Namun ada beberapa limbah gas yang tidak dapat diidentifikasikan karena tidak memiliki ciri-ciri yang spesifik. Beberapa zat-zat yang biasanya terdapat pada limbah gas dari sebuah proses produksi:

  • Karbonmonoksida (CO)
  • Karbondioksida (CO²)
  • Sulfur dioksida (SO²)
  • Gas Amonia (NH³)
  • Gas Metan (CH⁴) dan lain sebagainya.

Limbah industri yang berupa gas merupakan limbah yang cukup fleksibel, karena keberadaannya dapat tercampur dengan udara sehingga tidak terlihat secara kasat mata mencemari lingkungan. Meskipun demikian, limbah yang berupa gas menyebabkan beberapa dampak yang cukup fatal.

Di antara untuk lingkungan, limbah gas dapat berakibat seperti memicu pemanasan global, emisi karbon, hujan asam, penipisan lapisan ozon dan lain sebagainya. Limbah yang berupa gas juga mencemari kualitas udara di sekitar tempat produksi. Orang – orang yang berada di sekitarnya tentu saja bisa terpapar pencemaran udara ini.

Apabila terlalu sering menghirup limbah gas, maka akan mengakibatkan masalah kesehatan pada manusia. Seperti mengalami gangguan pernapasan, keracunan, mual dan muntah, serta mengakibatkan gangguan pada organ-organ tubuh manusia. Jadi meskipun secara tidak langsung limbah gas ini tidak terlihat mengotori lingkungan, namun dampak yang ditimbulkannya tidak membahayakan, bukan?

2. Limbah Cair dan Dampaknya Bagi Lingkungan

Seperti namanya, limbah cair merupakan hasil sampingan dari kegiatan industri yang memiliki wujud cair. Limbah cair biasanya berasal dari pabrik yang menggunakan air sebagai bagian dari kegiatan industrinya. Beberapa perusahaan yang bergerak di bidang industri seperti kertas atau pabrik tekstil menghasilkan limbah dalam wujud cair.

Limbah ini biasanya dibuang melalui saluran pembuangan bahkan dialirkan ke sungai atau lautan. Cara tersebut merupakan contoh pembuangan limbah industri yang tidak bijak. Karena dibuang tanpa difilter dan diolah terlebih dahulu.

Dampaknya sangat banyak bagi lingkungan serta ekosistem yang hidup di dalamnya. Limbah cair yang dibuang langsung ke alam akan membuat air menjadi tercemar. Dan juga mengancam keberlangsungan hidup biota yang hidup di perairan tersebut.

Mikrofiber yang terdapat didalam limbah cair tidak dapat terurai secara alami. Sehingga dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup organisme yang ada di wilayah perairan. Selain itu, apabila limbah cair ini mengalami kontak secara langsung dengan tubuh manusia juga akan menimbulkan reaksi yang cukup fatal. Berikut ini dampak terpapar atau mengonsumsi air yang telah terkontaminasi oleh limbah :

  • Gatal-gatal dan iritasi pada kulit
  • Diare
  • Hepatitis A
  • Gangguan pada ginjal

3. Limbah Padat dan Dampaknya Bagi Lingkungan

Selain kedua jenis limbah yang telah dibahas di atas, proses industri juga seringkali menghasilkan limbah yang berwujud padat. Limbah industri contohnya seperti plastik, karet, serbuk gergaji, kain atau bahkan logam. Ini merupakan limbah industri berbentuk padat yang juga sering dihasilkan oleh aktivitas domestik.

Karena kegiatan industri cenderung berskala besar, maka sampah yang dihasilkan juga lebih besar. Ini tentunya harus ditangani secara spesifik. Tidak hanya mengganggu pemandangan dan terlihat mengotori lingkungan, sampah padat juga mengandung zat – zat berbahaya. Tentu saja penting sekali menetralisir limbah sebelum benar – benar dilepas ke alam.

Berdasarkan jenisnya, limbah padat dibedakan menjadi dua yaitu limbah organik dan anorganik. Limbah organik merupakan jenis sampah yang mudah busuk, sementara limbah anorganik adalah sampah yang memerlukan waktu lama untuk dapat terurai dan tidak mudah membusuk.

Berdasarkan kriteria ini saja sudah dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kedua jenis sampah tersebut berbeda-beda. Selain limbah organik yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk kompos, limbah anorganik juga dapat didaur ulang terlebih dahulu.

Limbah yang memiliki nilai ekonomis seperti plastik, logam, ataupun produk tekstil dapat di daur ulang dan diproses menjadi barang baru. Sementara yang tidak dapat didaur ulang dapat dipercayakan pengolahannya pada jasa waste management Indonesia.

Solusi Mengolah Limbah Secara Mudah dan Aman

Setelah melihat beberapa ulasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa limbah industri adalah limbah yang dikelompokkan berdasarkan jenis dan wujudnya. Ada limbah industri yang berbentuk padat, gas, atau bahkan cair. Setiap limbah sebaiknya diproses terlebih dahulu sebelum dilepas ke alam. Apalagi bila sampah tersebut merupakan jenis limbah B3.

Selain mengakibatkan pencemaran lingkungan, limbah yang tidak diatasi dengan benar juga dapat memicu munculnya berbagai macam penyakit bagi manusia. Oleh sebab itu, sebaiknya limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri perlu dikelola dengan benar dan sesuai prosedur.

Bila mengolah limbah secara mandiri terasa sulit untuk dilakukan, tidak ada salahnya untuk menggunakan jasa dari pihak ketiga. Yakni menggunakan jasa dari perusahaan yang bergerak di bidang tersebut.

Waste4Change merupakan solusi yang tepat untuk kebutuhan tersebut. Perusahaan ini dapat diandalkan untuk mengolah berbagai jenis limbah, mulai dari yang berbentuk gas, cair, padat ataupun jenis limbah B3.

Baik sampah rumah tangga mau limbah industri perlu ditangani dengan baik sesuai prosedur. Ini sangat penting untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, lestari dan lebih layak huni. Bijak mengelola limbah tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaku usaha, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diwujudkan dengan tindakan nyata.