5 Hal Penting yang Perlu Kamu Ketahui tentang Jejak Karbon

Banyaknya pemberitaan mengenai dampak perubahan lingkungan tentu membuat kita semakin sering mendengar istilah jejak karbon alias carbon footprint. Lantas, apa sih yang dimaksud dengan carbon footprint? Jadi, jejak karbon alias carbon footprint merupakan jumlah total dari keseluruhan emisi gas rumah kaca yang berasal dari aktivitas kita sehari-hari.

Kemudian, gas rumah kaca tersebut dapat berupa karbon dioksida, gas fluorocarbon, dinitrogen oksida, maupun metana. Gas-gas ini dapat menyebabkan pemanasan global. Sementara itu, aktivitas yang dapat menyebabkan kemunculan gas-gas tersebut ialah adanya peternakan dan perkebunan yang menghasilkan metana, pembakaran fosil kendaraan, serta mengalihkan lahan hijau untuk menjadi bangunan.

Jadi, siapa yang perlu mengatasi masalah ini? Tentu saja, setiap individu memiliki peran yang penting untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan. Karena ketika lingkungan kita rusak, maka cara untuk mengembalikannya pun tidak akan mudah. Apalagi, muncul pemanasan global yang dampaknya juga kita rasakan.

Akan tetapi, terlepas dari adanya dampak dari jejak karbon yang kita hasilkan, tidak berarti kita sebagai individu tidak dapat melakukan apapun. Akan selalu ada dampak positif dari setiap perubahan untuk menjaga lingkungan.

Makanya, ketika kita bisa mengubah gaya hidup kita untuk lebih ramah lingkungan, maka kita pun dapat menyelamatkan bumi dan lingkungan tempat kita tinggal. Lantas, hal positif apa saja sih yang dapat mendukung kita untuk melestarikan lingkungan? Yuk simak 5 cara berikut ini!

1. Mengestimasi jumlah karbon yang kita hasilkan

Mula-mula, kita perlu melakukan estimasi terlebih dahulu terhadap jumlah karbon yang kita hasilkan. Nah, untuk mengetahuinya, kita dapat memperkirakan terlebih dahulu jarak tempuh yang kita jangkau ketika kita bepergian dengan kendaraan bermesin, mulai dari bus, mobil, kereta, maupun pesawat. Selain kendaraan bermotor, kita juga dapat menghitung penggunaan energi alias listrik yang ada di rumah.

2. Mendukung gaya hidup ramah lingkungan

Ketika kita sudah mengubah gaya hidup kita untuk lebih ramah lingkungan, maka secara langsung kita pun sudah berperan aktif untuk mengurangi emisi karbon yang kita hasilkan. Apalagi, mengubah gaya hidup agar lebih ramah lingkungan tidaklah serumit yang kita bayangkan. Soalnya, gaya hidup yang satu ini justru bisa kita mulai dari hal-hal sederhana. Dan yang paling penting adalah, kita tidak bisa menundanya.

3. Makan secukupnya

Apakah kamu tahu bahwa sampah dari makanan yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia mencapai angka 13 juta ton per tahun? Makanya, jika kita menghitung terdapat 260 juta penduduk Indonesia, maka kira-kira setiap individu akan menghasilkan sampah sebanyak 50 kg per tahun. Tentu saja, hal ini sangatlah berdampak negatif sehingga kita perlu mengatasinya dengan cara mengonsumsi makanan secukupnya.

4. Matikan alat elektronik yang tidak digunakan

Jangan biarkan ada laptop, komputer, maupun televisi yang didiamkan menyala ketika kita tidak menggunakannya. Soalnya, hal ini akan membuat kita lebih banyak membuang energi. Untuk mengatasinya, maka kita perlu matikan perangkat elektronik yang kita gunakan begitu kita sudah selesai menggunakannya. Hal ini akan membantu kita untuk lebih hemat energi.

5. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai

Biasakan untuk selalu membawa tempat makan maupun minum sendiri. Ketika berbelanja, pastikan juga untuk membawa tas belanja sendiri dan mengurangi pembelian yang menggunakan plastik sekali pakai. Gunakan juga popok maupun pembalut yang reusable. Dengan begitu, kita sudah berkontribusi terhadap pengurangan sampah sekali pakai.